Curhatan Orang Batak Tentang Pernikahan Adat

Ditulis oleh

Artikel Berikut Beranda Batak coba Membagikan Tentang :

Curhatan Orang Batak Tentang Pernikahan Adat Batak

Sebelum itu Silahkan fanPage Facebook Beranda Batak yang ada di Samping kanan di Like y,,,,
Terima Kasih....

Berikut Curhatan Teman Kita...

Ketika saya hendak menikahpun, sebagai orang pria Batak - saya langsung dihadapkan dengan segala bentuk adat istiadat Batak. Saya sempat dibuat pusing tujuh keliling. Yang terbayang di hadapan saya adalah biaya pesta yang membengkak, di luar dugaan!. Saya sempat menolak mentah-mentah segala bentuk aturan adat istiadat Batak, yang saya rasa tidak perlu karena saya merasa tidak penting!. Kalau boleh jujur, alasan yang saya buat-buat adalah tidak sesuai dengan keyakinan / prinsip saya. Saya keras sekali menentang semua prosesi adat Batak. Alasan yang saya buat-buat ketika itu sangat bertentangan dengan ajaran Injil (tidak sesuai dengan ajaran Kristus/Kristen). Padahal, alasan sebenarnya adalah soal biaya dan biaya. Setelah berkonsultasi kesana-kemari dengan orang tua dari kalangan orang Batak atau tidak. Dan saya tidak lupa berdoa untuk diturunkan pencerahan pikiran.

Entah kenapa waktu itu saya hanya pasrah saja. Saya serahkan pada TUHAN saja mana yang terbaik. Akhirnya saya setuju saja menyerahkan semua prosesi pernikahan saya dilakukan melalui prosesi adat Batak (Mangadati) secara penuh (adat na gok). Yang penting adalah niat saya yang tulus, kalau itu adalah jalan yang terbaik diberikan TUHAN. Dan tanpa disangka-sangka, rezeki / order saya ada saja untuk menutupi semua biaya pesta adat itu. Dan saya akhirnya menyadari apa makna adat Batak tersebut bagi pernikahan saya. Itu yang terpenting akan saya bagi bagi banyak orang.

Persoalannya sekarang, ada banyak pria di luar suku Batak atau pria Batak sekalipun kurang memahami adat tersebut. Atau banyak mereka tidak mau tahu atau peduli. Atau tidak mau direpotkan dengan semua prosesi adat Batak yang dianggap merepotkan/berbeli-belit! Yang terjadi sebenarnya adalah mereka tidak menerima semua prosesi adat Batak dalam pernikahan, bukan karena alasan pertentangan keyakinan!!!! Sekali lagi bukan!!!! Tetapi karena mereka tidak mau repot dan tidak mau banyak keluar biaya dalam pernikahan mereka. Mereka ketakutan keluar biaya banyak!!! Itu adalah alasan sebenarnya!!! Bukan karena keyakinan!!!! Apakah semua adat istiadat Batak sesuai dengan firman TUHAN. Saya katakan ya….ya…dan ya…

Tuhan akan memberkati pernikahan tersebut selamanya. Jika hubungan komunitas sosial dengan keluarga terdekat juga ikut merestui dan mendoakannya! Bayangkan jika pernikahan seorang wanita atau pria Batak TIDAK dihadiri salah satu orang tuanya atau familinya. Bayangkan betapa sakit hatinya orang tua si mempelai perempuan/laki-laki tersebut! Seperti pernah kasus di keluarga saya.
“Ito saya (saudara perempuan anak adik ayah saya) akan menikah dengan seorang pria di luar suku Batak, seorang pendeta dari golongan Kristen Kharismatik dari suku Indonesia timur. Kedua orang tuanya, dan famili tidak setuju atau menghadiri pernikahannya karena tidak disetujui orang tuanya karena pernikahan mereka tidak dilakukan secara prosesi adat Batak. Ditambah, pengaturan tanggal pernikahan mereka sendiri yang sudah mereka atur tanpa pemberitahuan / persetujuan dari kedua orang tuanya. Saya sedih melihat adik ayah saya. Dia semakin terus stress memikirkan anak perempuannya yang sangat dicintainya. Bahkan nyaris adik ayah saya terkena stroke. Tetapi pernikahan mereka tetap saja dilakukan tanpa dihadiri keluarga adik bapak saya. Sangat tragis dan menyedihkan…!!! Apakah ini pernikahan yang diberkati TUHAN!

Jelas ini sangat bertentangan TUHAN! Saya tidak mengerti, mereka sangat dekat dengan TUHAN dan mengaku – ngaku sebagai hamba TUHAN yang kudus bertekun dalam doa, berani melakukan seperti ini. Tetapi justru sangat menyakitkan hati kedua hati orang tuanya! Apakah seperti ini pernikahan yang diberkati TUHAN???? Mana penghormatan terhadap orang tua!?

Sebenarnya, setelah saya alami semua prosesi pernikahan adat Batak pada pernikahan saya. Yang saya rasakan sekarang ini dan seterusnya adalah semua prosesi adat batak tujuannya adalah bentuk dari penghormatan dan cinta kasih dari kedua orang tua, saudara sekandung, dan keluarga dekat, dan masyarakat sekitarnya. Semua prosesi adat istiadat Batak Batak tidaklah bertentangan dengan ajaran Kristen!!! Justru tujuannya adalah dalam rangka mempererat hubungan cinta kasih dan kepedulian kedua orang tua/keluarga, saudara, kerabat dekat dan masyarakat sekitarnya kepada anaknya yang sangat dicintai. Simbol ini diwakili dengan prosesi pemberian ulos. Dan itulah yang saya alami! Apakah hal itu benar-benar bertentangan dengan firman TUHAN seperti yang dikatakan banyak aliran Kristen kharismatik, yang mengatakan semua prosesi adat adalah bentuk “upacara berhala”. Sangat aneh…Bagi saya itu hanya alasan yang dibuat-buat mereka, karena tidak mau peduli atau tidak mau pusing atau direpotkan dengan semua prosesi adat Batak, dan tidak mau bersosialisasi dengan kedua kerabat keluarga dan masyarakat sekitarnya. Ya.Mungkin juga karena ketakutan keluar biaya besar! Silahkan anda pikirkan. Terima kasih.

Itulah Kutipan Curhatan Teman Kita Tentang Pernikahan Adat Batak
Artikel ini Saya Temukan di Forum atau Komunita Penikahan Aadt Batak yang ada di Facebook
Silahkan Bergabung di Komunitas Tersebut, Link facebooknya ada Disini

loading...

Laek Ringo Star -
Beranda BatakUpdated at : 3:22 PM

5 comments:

  1. Biaya sh emang berat
    Tpi teliti lebih dalam lgi
    Makna sbnarnya dri adat itu apa? Untuk mempertahankan budaya kan. Sdngkan pernikahan untuk apa? Penolakan itu datang karena masing2 pihak ingin menpertahankan atau menentang budaya itu.
    Sya pernah dngar..pasangan yg menikah tanpa pesta adat, anak2 mereka tak akan bisa menikah ( tak dapat restu dri keluarga dan masyarakat ). Apakah ini sepenuhnya benar? Apa manusia bisa melarang manusia untuk menikah padahal agama mengharuskan manusia untuk menikah.

    ReplyDelete
  2. Biaya sh emang berat
    Tpi teliti lebih dalam lgi
    Makna sbnarnya dri adat itu apa? Untuk mempertahankan budaya kan. Sdngkan pernikahan untuk apa? Penolakan itu datang karena masing2 pihak ingin menpertahankan atau menentang budaya itu.
    Sya pernah dngar..pasangan yg menikah tanpa pesta adat, anak2 mereka tak akan bisa menikah ( tak dapat restu dri keluarga dan masyarakat ). Apakah ini sepenuhnya benar? Apa manusia bisa melarang manusia untuk menikah padahal agama mengharuskan manusia untuk menikah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Banget Kata Lae Binsar Ini,,,
      Saya dulu mikirnya juga gitu,,,,
      Ngapain Palah Pake Adat,Curhatan ini jadi Bikin Aku mikir 2 kali.
      Horas Lae Terima Kasih uda kasih Komentar

      Delete
    2. Sharing yang sangat berguna. Mauliate lae

      Delete

Berkomentarlah dengan Sopan

Komentar tanpa Nama kurang disukai dan cenderung dihapus!.

Situs Jodoh Batak Online !!!

Situs Jodoh Batak Online !!!
Daftar sekarang di www.rokkaptondi.com